Minggu, 01 November 2015

PEMBELAJARAN SENI RUPA DI TK



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pembelajaran Seni Rupa di TK .
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pembelajaran Seni Rupa di TK ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.



Demak,     Oktober 2015
Penulis


Evi Qudsiyati


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ......................................................................................         i
KATA PENGANTAR ....................................................................................        ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................       iii
BAB I       PENDAHULUAN .........................................................................        1
A.  Latar Belakang .........................................................................        1
B.  Rumusan Masalah......................................................................        1
BAB II     PEMBAHASAN ............................................................................        2
A.       Pengertian Seni Rupa ...............................................................        2
B.       Metode-Metode Pengajaran Pengembangan Seni Rupa                   Di TK               3
C.       Manfaat Pembelajaran Seni Rupa Bagi Anak Usia Dini...........        7
BAB III    PENUTUP ......................................................................................        8
A.    Kesimpulan ...............................................................................        8
B.     Saran .........................................................................................        8
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................        9

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sekolah sebagai lembaga pendidikan, sangat penting dalam proses pembelajaran. Program di sekolah dilaksanakan secara teratur dan sistematis, dengan sarana dan prasarana yang memadai serta peran guru sebagai pembimbing akan menghasilkan pemahaman yang cepat bagi anak. Meskipun, dalam kenyataannya, banyak sarana dan prasarana yang masih kurang memadai terutama di Taman Kanak-Kanak. Keberhasilan tentunya juga sangat ditentukan oleh berbagai faktor salah satunya harus ada keterkaitan antar komponen pembelajaran yaitu: tujuan, metode, media, materi, dan evaluasi pembelajaran.
Pembelajaran teori seni rupa berfokus pada pembinaan aspek kognitif (pengetahuan) kesenirupaan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada anak tentang berbagai aspek dari seni rupa meliputi pengertian dan jenis-jenis karya seni rupa; teknis penciptaan berbagai jenis karya seni rupa yang menyangkut pengetahuan tentang bahan, alat dan prosedur kerja; aspek kesejarahan yang membahas mengenai perkembangan seni rupa dari masa ke masa termasuk corak karya, faktor yang mempengaruhi, dan riwayat hidup seniman. Tentunya, tingkatan pemahaman pengetahuan ini bersifat berjenjang dari Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Dasar.

B.     Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah tentang :
1.      Apa itu Seni Rupa  ?
2.      Apa saja Metode-Metode Pengajaran Pengembangan Seni Rupa Di TK ?
3.      Apa manfaat pembelajaran seni rupa bagi anak ?




BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Seni Rupa
Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.
Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya, yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainer bekerja untuk keperluan klien.
Pembelajaran seni rupa di taman kanak mengembangkan kemampuan anak dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi anak untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan anak sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.
Melalui pengalaman berkarya, anak memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni rupa, anak belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, anak belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.

B.     Metode-Metode Pengajaran Pengembangan Seni Rupa Di TK
Metode pengembangan seni rupa yang biasa di gunakan untuk memberikan pembelajaran di Taman Kanak – Kanak yaitu:
1.      Metode Bermain
Menurut pendidik dan ahli psikologi, bermain merupakan pekerjaan masa kanak – kanak dan cerminan pertumbuhan anak ( Gordon & Brwne, 1985). Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kepuasaan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditekankan caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu [(Dworetsky,1990 ) dikutip oleh Moeslichatoen,2004,;24 ]
Berikut beberapa contoh kegiatan pembelajaran pengembangan seni rupa yang menggunakan  metode bermain dengan cara membangun atau menyusun,  yaitu :
a.      Menggambar
Menggambar merupakan ekspresi segala sesuatu yang muncul dalam kesadaran anak pada saat itu. Gambar yang diekspresikan dapat bersifat simbolik dan bukan tiruan bendanya sendiri secara langsung.(dikutip oleh Moeslichatoen,2004,;41 ).

Kegiatan menggambar atau mewarnai gambar di taman kanak- kanak sering di berikan pendidik taman kanak- kanak , karena kegiatan satu itu merupakan sarana yang praktis dalam memberikan pembelajaran dalam bidang seni khususnya.

b.      Cetak Penampang
Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan menggambar ekspresi karena kegiatan mengecap yang dilakukan anak- anak dapat memperlihatkan ekspresi anak tersebut, penggunaan warna yang berbeda- beda dapat menjadi gambaran yang menunjukkan kreativitas anak itu berbeda- beda.

c.       Menggambar Dengan Jari (Finger Painting )
Kegiatan yang biasa dilakukan di taman kanak – kanak yaitu m enggambar dengan jari dengan menggunakan tepung kanji, merupakan perantara untuk menyalurkan  kreativitas dan bermain kotor ( Hildebrand, 1986 ).

Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna ( bubur warna ) secara langsung dengan jari tangan secara bebas di atas bidang gambar.

2.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan cara untuk menunjukkan dan menjelaskan cara- cara mengerjakan sesuatu. Metode ini bermanfaat untuk memberikan ilustrasi dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa kepada anak. Dengan metode demonstrasi, guru dapat meningkatkan pemahaman melalui penglihatan dan pendengaran. Anak dapat diminta untuk memperhatikan dan mendengarkan baik – baik  semua penjelasan guru sehingga anak lebih paham tentang cara mengerjakan sesuatu. Dengan demikian selanjutnya siswa dapat meniru cara mengerjakan sesuatu.( dikutip oleh Dwi yulianti, 2010,;38 )
1.      Melipat Kertas
Melipat atau origami adalah suatu teknik berkarya seni / kerajinan tangan yang umumnya dibuat dari bahan kertas, dengan tujuan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan, hiasan, benda fungsional, alat peraga, dan kreasi lainnya. Bagi anak usia taman kanak- kanak melipat merupakan salah satu bentuk kegiatan bermain kreatif yang menarik dan menyenangkan.

Misalnya tema yang dipilih guru adalah membentuk bangunan rumah dengan cara melipat kertas. Rumah itu dilengkapi dengan gambar pintu dan jendela. Kemudian rumah tersebut akan diwarnai dengan menggunakan pensil berwarna yaitu memberi warna atap, pintu, dan jendela. Untuk demonstrasi itu guru memerlukan pensil warna, pines dan papan tempel untuk menempelkan hasil demonstrasi tersebut. sedangkan bahan dan alat yang diperlukan adalah kertas dan pensil warna.

2.      Membentuk
Membentuk adalah proses kerja seni rupa dengan maksud untuk menghasilkan karya tiga dimensi yang memiliki volume dan ruang, dalam tatanan unsur rupa yang indah dan artistik. membentuk merupakan kegiatan seni sebagai perwujudan suatu ide, gagasan dari bentuk yang sudah ada atau kreasi ciptaan yang baru. ( dikutip oleh Sumanto,2005,;139 ).

Plastisin atau tanah liat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam kegiatan seni rupa untuk kategori membentuk modek tiga dimensi.

C.    Manfaat Pembelajaran Seni Rupa Bagi Anak Usia Dini
Bermain bagi anak merupakan kegembiraan dan kesibukan yang penting. Dalam bertanya seni rupa dapat menimbulkan kegembiraan. Kegembiraan anak nampak dan terlihat disebabkan oleh keaktifan atau kesempatan bergerak, bereksperimen, berlomba dan berkomunikasi. Dapat pula dilihat betapa senangnya anak-anak berkarya melalui seni rupa, mereka akan bergerak-gerak dengan sadar atau tidak, mencoba-coba sesuatu yang diinginkan.
Dalam kelompok mereka selalu berlomba untuk menyelesaikan karyanya sesuai dengan gagasannya. Apabila anak berhasil berkarya, dengan spontan ia akan berteriak dan bergerak, menandakan kegembiraannya. Anak berkarya sesuai dengan daya fantasinya dan apa yang dicapainya perlu mendapat pemahaman/pengertian orang lain. Bermain sangat berguna bagi perkembangan anak untuk persiapan dalam kehidupan masa dewasa. Permainan dimaksudkan antara lain : Permainan “membentuk”; melatih anak untuk berkarya. Permainan “fungsi”; melatih berbagai macam aktivitas fisik. Permainan “peranan”; berguna untuk menyiapkan anak mampu melakukan peranan dalam kehidupan di kemudian hari. Permainan “menerima”; berguna untuk memupuk kemampuan menerima kebudayaan.


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Metode pengembangan seni di Taman Kanak-kanak diantarkan pada suatu pemahaman pembelajaran berupa tugas-tugas yang disajikan secara komperehensif mengenai prosedur praktek pembelajaran seni musik, tari, rupa dan kerajinan tangan di TK, serta pemahaman pembelajaran dengan pendekatan terpadu berdasarkan dimensi sikap, apresiasi, pengetahuan dan kreativitas yang merupakan hal sangat strategis dan berperan penting bagi tugas guru TK. Mengingat bahwa anak berkembang secara holistik ataun menyeluruh, artinya terdapat kaitan yang sangat erat antara aspek pengembangan yang satu dengan yang lainnya.
Bagi guru penting memahami pengetahuan ini adalah untuk dasar dalam mengaplikasikan pemahaman konsep ke dalam merancang kegiatan pembelajaran seni yang terencana dan tepat bagi anak didiknya.


B.     Saran
a.       Guru hendaknya merancang kegiatan seni yang menyenangkan bagi anak dan memperhatikan faktor keterlibatan anak dalam proses pembelajarannya.
b.      Guru dapat memanfaatkan kegiatan seni untuk menyalurkan gagasan anak, perasaan anak dan pengalaman berkomunikasi dengan orang lain.


Jumat, 03 April 2015

KEBUGARAN JASMANI



A.    Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani yaitu kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktifitas, mempertinggi daya kerja tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan.
Kebugaran jasmani menyangkut kemampuan penyesuaian tubuh seseorang terhadap perubahan tubuh yg disesuaikan oleh aktifitas tertentu dan menggambarkan derajat seseorang untuk berbagi tingkat kegiatan fisik. Dengan demikian, di dalam kebugaran jasmani terdapat 3 unsur pokok yaitu unsur yang sesuai bagi tubuh, unsur kerja, dan unsur sehat. Upaya untuk mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani salah satu caranya adalah dg melakukan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani secara teratur.
Berikut ini manfaat yg diperoleh dari kebugaran tubuh.
1.      Meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kerja jantung
2.      Meningkatkan stamina dan kakuatan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih energik.
3.      Memiliki kemampuan pemulihan organ-organ tubuh secara tepat setelah latihan.
4.      Memiliki respon tubuh yg cepat

B.     Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan jasmani adalah Kegiatan jasmani menurut cara dan aturan bagi peningkatan kebugaran jasmani. Peningkatan yg diperoleh dapat dilihat pada peningkatan gerak, tidak cepat lelah, dan peningkatan keterampilan. Latihan kebgaran jasmani meliputi latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan kelentukan tubuh.
1.      Latihan Kekuatan
Kekuatan adalah kemampuan otot untuk  melakukan kerja yang berfungsi membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Otot-otot yang kuat dapat melindungi persendian disekelilingnya dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera karena aktifitas fisik. Oleh karena itu, otot-otot perlu dilatih untuk memiliki kekuatan. Bentuk-bentuk latihan kekuatan misalnya push up, sit up dan back lift.
a.       Latihan Push-up
Latihan push-up bertujuan untuk menguatkan otot lengan.berikut ini cara melakukan push-up.
1)      Posisi tubuh telungkup diatas lantai dengan kedua kaki dirapatkan lurus dibelakang.
2)      Posisi tubuh sejajar dengan lantai dan ujung kaki bertumpu pada lantai.
3)      Kedua telapak tangan berada di samping dada dengan kedua siku ditekuk.jari-jari tangan menghadap ke lantai.
4)      selanjutnya,badan diangkat ke atas dengan meluruskan lengan, badan, dan kaki merupakan garis lurus.
5)      badan diturunkan kembali dengan menekuk kedua siku, badan dan kedua kaki tetap lurus dan ujung kaki tetap menyentuh lantai.
6)      gerakan ini dilakukan berulanh-ulang selama 10-20 detik.
b.      latihan sit-up
Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot perut. Berikut ini cara melakukan sit-up:
1)      Posisi tubuh tidur terlentang,dengan kedua lutut ditekuk,dan kedua tangan berada dibelakang utara.
2)      Selanjutnya badan diangkat ke atas hingga siku menyentuh lutut atau paha.jika kalian masih merasa kesulitan,kalian dapat meminta bantuan teman untuk memegang kaki agar tidak bergerak.
3)      Setelah badan terangkat dalam posisi duduk,kembalikan tubuh pada posisi semula dengan kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
4)      gerakan ini dilakukan berulang-ulang selama 10-20 detik.
2.      Latihan Kecepatan
a.       lari cepat dengan jarak 40 meter dan 60 meter
Latihan lari cepat bertujuan melatih kecepatan gerak seseorang. Latihan cepat jarak 40 meter dan 60 meter dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
1)      berdiri dibelakang garis start dengan sikap badan berdiri tegak dankedua kaki terbuka.
2)      kedua tangan berada di samoing badan dalam sikap siap berlari.
3)      kaki lari di tempat,paha diangkat,tangan mengikuti gerakan lari,semakin lama semakin cepat.
4)      setelah diberi aba-aba,lari secepat-cepatnya menempuh jarak 40 meter atau 60 meter.
b.      Lari menuruni bukit (downhill)
Latihan ini bertujuan untuk melatih kecepatan gerak kaki. Latihan ini juga dapat dilakukan di gundukan tanah yang agak tinggi.
c.       Lari naik bukit (uphill)
Latihan ini bertujuan untuk mengembangkan kekuatan dinamis otot-otot tungkai.kekuatan dinamik juga dapat dilatih dengan berlari di air yang dangkal,di pasir,atau tanah lapang yang empuk.
3.      Latihan Daya Tahan
Latihan daya tahan dibedakan menjadi dua,yaitu daya tahan ototdan daya tahan jantung dan paru-paru.
a.       Latihan daya tahan otot
Daya tahan otot berarti kemampuan otot untuk bertahan. Daya tahan otot sangat penting demi keberhasilan dalam berbagai pekerjaan dan aktifitas atletik. Berikut ini beberapa contoh latihan daya tahan otot.
1)      Latihan brench press
Brench Press dilakukan untuk melatih daya tahan otot dada dan otot pelurus tangan. Berikut ini cara melakukannya.
a)      Posisi tubuh berbaring di atas bangku dengan punggung lurus dan kaki mengangkangi banku di lantai.
b)      Palang dipegang dengan jarak lebih lebar dari bahu,tangan diluruskan.
c)      Palang diturunkan ke dada,kemudian palang didorong ke atas ke posisi semula.
d)     Menarik nafas saat menurunkan beban dan menghembuskan napas saat mendorongnya.
e)      Mintalah bantuan seorang teman untuk membantu memegangkan beban sebelum dan sesudah latihan.
2)      Latihan leg press
Leg press dilakukan untuk melatih daya tahan otot betis dan paha. Berikut ini cara melakukannya.
a)      Kaki diletakkan pada pedal dan tangan memegang pegangan pada tempat duduk
b)      Kaki didorong ke depan untuk mengangkat beban,kemudian dikembalikan ke posisi semula.
c)      Tariklah napas untuk menurunkan beban dan hembuskan napas kembali saat mengangkatnya.
b.      Latihan daya tahan jantunh dan paru-paru
Latihan daya tahan jantung dan paru-paru adalah latihan yang daoat meningkatkan dan mengembangkan daya tahan jantung dan paru-paru. Latihan tersdebut meliputi lari dan renang jarak jauh,interval training,sertalatihan apap pun yang memaksa tibuh bekerja dalam waktu lebih dari 6 menit. Berikut ini akan di jelaskan tentang interval training.
Interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi waktu untuk istirahat. Latihan ini dapat berupa lari(interval runing) dan renang (inteval swimming). Latihan ini penting untuk program latihan secara keseluruhan.
Dalam latihan interval training terdapat beberapa faktor yang harus di perhatikan. Faktor-faktor tersebut antara lain lamanya latihan ,intensitas latihan,ulangan latiha,masa istirahat setelah setip latihan,jarak yang di tempuh,dan kecepatan melakuklan latihan.
4.      Latihan kelentukan (fleksibelitas)
Kelentukan adalah jangkauan gerakan yang dapat dilakukan tangan,kaki,kulit,dan jaringan tubuh yang berhubungan. Kondisi sendi membatasi jangkauan gerakan,begitu juga dengan lemak tubuh yang berlebihan. Cidera terjadi bila tangan dan kaki dipaksa bergerak melebihi jangkauan normalnya.
Jangkauan bergerak meningkat bila sendi dan otot dipanaskan. Latihan peregangan sangat berhasil setelah beberapa pemanasan sebelum gerakan yang berat. Peregangan setelah latihan,dalam periode pendinginan,dapat membantu mengurangi rasa sakit susulan. Latihan kelentukan bertujuan melemaskan  otot-otot dan sendi yang kaku. Berikut ini beberapa contoh latihan kelentukan.
a.       Latihan kelentukan otot leher
Latihan ini bertujuan untuk melatih persendian dan otot pada leher ke arah depan,belakang,dan samping. Berikut ini cara melakukannya.
1)      Posisi tubuh berdiri tegak, kedua tangan dipinggang. Kaki dibuka agak lebar dan pandangan lurus ke depan.
2)      Kepala dimiringkan,dianggukkan,dan di tengokkan ke kiri dan ke kanan. Selanjutnya,kepala diputar dari arah kanan kemudian dilanjutkan dari arah ke kiri.
b.      Latihan kelentukan sendi bahu
Latihan ini dilakukan untuk melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan gerakan bahu. Berikut ini cara melakukannya.
1)      Posisi tubuh berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka lebar dan kedua tangan direntangkan di samping badan.
2)      Kedua tangan diputar secara bersama-sama,awalnya pelan-pelan lalu dipercepat dari putaran kecil menjadi membesar.
3)      Kedua lengan diputar ke kanan dan ke kiri masing-masing.

C.    Tes Kebugaran Jasmani
Tes kebugaran jasmani adalah suatu prosedur kegiatan berupa latihan fisik yang di tujukan untuk mengukur tingkat kebugaran sesuai dengan tujuan. Tingkat kebugaran jasmani dapat diketahui dengan tes dan pengukuran kebugaran jasmani.di dalam tes pengukuran terdapat prinsip dan prosedur latihan yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa tes untuk mengukur kekuatan,kecepatan,daya tahan,dan kelentukan.
1.      Tes Bergantung Angkat Tubuh/Pull-Up
Tujuan tes ini untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu.tes ini diperuntukan bagi laki-laki yantg berumur 6 tahun sampai dewasa. Perlengkapan yang digunakan berupa palang tunggal dengan diameter kurang lebih 1,5 inchi. Palang tunggal ini harus cukup tinggi,agar siswa tertinggi pun dapat menggantung sehingga kaki menggantung lepas dari lantai
Tes ini dilakukan dengan cara menggantungkan pada palang tunggal de3ngan lengan dan kaki lurus,kaki tidak menyentuh lantai.tubuh diangkat samoai berada diatas palang,kremudian diturunkan ke posisi semula.gerakan ini dilakukan berulang-ulanh semampu mungkin. Jumlah pull-up yang benar dicatat srbagai skor.
2.      Tes Gantung Siku Ditekuk/Flexed Arm Hang
Tujuan tes ini untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu. Tes ini diperuntukan bagi perempuan yang berusia 9 tahun sampai dewasa. Perlengkapan yang digunakan sama dengan tes pull-up.
Tes ini dilakukan dengan mengangkat tubuh sampai dagu berada di atas palang dan lengan ditekuk pada sikunya dengan cara memegang palang tunggal dengan telapak tangan menghadap ke depan. Kaki lepas dari lantai dan lurus. Selama tes berlangsung tubuh tidak boleh bergerak siswa mempertahankan posisi tersebut selama mungkin. Waktu terlama dicatat sebagai skor siswa.
3.      Lari cepat 60 meter
Tes ini dilakukan untuk mengukur kecepatan lari seseorang. Tes ini diperuntukan bagi laki-laki dan perempuan. Tes ini dilakukan dengan berlari secepat mungkin menempuh jarak 60 meter dan melewati garis finish. Waktu yang dicapai pelari untuk menempuh jarak 60 meter dicatat sebagai skor siswa.
4.      Tes Duduk Berlunjur dan Meraih/Sit and Reach
Tes ini dilakukan dengan tujuan mengukur kelentukan tubuh. Tes ini diperuntukan bagi laki-laki dan perempuan. Tes ini dilakukan dengan merenggangkan kaki selebar bahu dalam keadaan lurus. Lengan diluruskan ke depan dan tangan tumpang tindih satu sama lain,telapak tangan menghadap ke bawah,diluncurkan ke depan. Tes ini dilakukan empat kali. Lamanya waktu melakukan tes duduk berlunjur dan meraih dicatat sebagai skor siswa.

D.    Perawatan Tubuh
Perawatan tubuh diperlukan agar tubuh tetap segar. Berikut ini beberapa cara perawatan tubuh agar tetap segar.
1.      Makanan yang Cukup dan Bergizi
Fungsi makanan bagi mtubuh adalah untuk mendapatkan tenaga,zat-zat pembagun sel tubuh,meningkatkan daya tahan tubuh,dan kelancaran segala macam prosesyang terjadi dalam tubuh. Selain itu mengonsumsi air putih dan buah-buahan yang cukup dapat membuat kulit tampak segar. Buah-buahan mengandung anti oksidan yang dapat menunda penuaan kulit sehingga tubuh tampak lebih segar.
2.      Membiasakan Hidup Sehat
Kebiasaan hidup yang teratur dan sehat serta dikerjakan secara kontinu akan dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang. Selain itu,kita perlu menghindari kebiasaan merokok,mabuk,dan mengonsumsi narkoba.
3.      Istirahat atau Tidur yang Cukup
Orang yang kurang cukup tidur mudah mendapat gangguan jasmani maupun rohani. Ia akan sering merasa letih,tidak bertenaga,cemas,dan tidak tenang. Waktu tidur yang cukup rata-rata 8-10 jam per hari.
4.      Olahraga Teratur
Salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran jasmani adalah berolahraga secara teratur dan kontinu. Dengan berolahraga peredaran darah menjadi lancar dan asupan oksigen ke dalam tubuh meningkat sehingga tubuh menjadi segar dan sehat. Olahraga teratur juga dapat memberikan sensasi semangat dalam tubuh kita sehingga membuat kita giat bekerja.